Monday, January 28, 2013

Ingin

Saya rindu cinta yang tak mengekang, namun mengerti dengan caranya sendiri. Yang tak terpetakan, namun ingat arah jalannya pulang.

Monday, December 24, 2012

Your Choice

You left me. That's your choice. Don't complain to anyone afterwards. You made your own bed.

Sunday, December 2, 2012

Mystery

"How can people love one day and just don't love again on the next day? That, is a mystery I will never know." -Bernardine-

Thursday, November 22, 2012

With You

With you, I always feel like I was never enough
I always question myself more than I supposed to
I always feel like my life is hanging on by a thread
I always wonder why does love have to be this complicated

With you, I was scared of myself
I was scared of all the decisions I make
I was scared of every little simple steps I take
I was never able to see things clearly

With you, I felt so fragile and small
I felt like a trash ready to be burned away anytime
I felt like a little girl on a seesaw
I felt like there's no certainty in life

But still..I thank Him for having put you in my life
With you, I realize that the world isn't exactly as I thought it was
I realize just how much stronger I could be
I realize just how much people care about me

So..thank you, You. Yes, You. :)
Godspeed.

-Happy Thanksgiving 2012-

Wednesday, November 21, 2012

Tentang Telinga

Kadang-kadang lo laku jadi tempat curhat orang-orang terdekat bukan karena lo pendengar yang baik, atau pemberi nasehat yang baik, tapi karena orang-orang mikir kayaknya lo yang paling ga punya masalah dari orang-orang lain yang ada di lingkungan pertemanan lo. Sehingga temen-temen lo akan terus menerus curhat ke lo tanpa menyadari bahwa lo juga sama kayak mereka yang suatu saat akan menghadapi masalah seperti yang sedang mereka hadapi.

Dan, ketika lo punya masalah, lo akan ngerasain ini semua. Bahwa semua orang udah terlalu sibuk dengan masalahnya masing-masing, dan lo akan merasa ga enak untuk membebani mereka semua dengan masalah lo yang (mungkin) lebih sepele dibandingkan dengan masalah mereka. Bahwa saat lo cerita ke mereka, lo cuma pengen direspon, lo ga perlu solusi, lo cuma butuh telinga. Bahwa ternyata ga semua orang bisa mengerti dan mau bersimpati sama masalah lo karena ya..itu bukan urusan mereka. Karena sesungguhnya orang yang rela meminjamkan telinganya saja, ya hanya telinga saja, adalah orang yang mulia.

Thursday, August 30, 2012

A Cheesy Summer Experience

I just graduated, baby! And now am on a job hunt. So I'm posting this right here, that I, Bernardine Stefani, 21 years old, a bachelor in China Studies of University of Indonesia, am looking for a job. Anyone interested in hiring me can contact me straight away! Haha.

By the way, this June to August, I worked as a Mini Club part-timer again, but this time in Club Med Bintan Island. It was fun and I really love it! It's amazing how nice strangers can be, and how nice the parents of the children I took care of are to the Mini Club GOs. They are all amazing people from all different kinds of nationalities. Argentine, Australian, USA, China, Hongkong, Korea, Italian, France, and a lot of many other countries, you name it.

And because I specialize in Chinese language, so I automatically did contacts a lot with Chinese-speaking parents ('Chinese Mommy' so did my boss called me), and I gotta say this time, they're really nice! Special shout out to the mommies of Di Han and Yu Tong from Tianjin, LuLu's parents from Beijing, Steve Han's parents from Shanghai, if you ever come across this petty blog of mine, I just wanna let you know that you made my stay in Bintan memorable, and you have wonderful kids. They are going to grow up to be beautiful people inside and out. 

Not to mention Park Se Hoon, who made me cry on his departure day. That day I realize just how much I love kids. And also thank you to Jaeden Tsai, a special 5 years old boy who made my last week working in Bintan so fun and cheesy!

I know it's really cheesy to do this on the blog like this, but what more can I say, I really love the experience I had in Bintan. I love ALL the kids. And the stupid me also somehow never asked to exchange emails and always regretted it afterwards. Now only God knows when can I meet those wonderful people again..I'm just crossing my fingers and wishing that someday, they would see this post and hopefully remember me, and say a little 'hi' :)

 Jaeden! A very lovely and energetic kid <3 p="p">

 Steve Han, a Chinese boy who has a Korean style hair-do. Me and my friend, Iris, called him Goo Jun Pyo (a character from Boys Before Flowers) and the funny thing was, he kept turning his head everytime we call him that. Heeheehee.

Se Hoon Park and Jasmine Park.These two are really smart, funny and friendly! I cried on their departure day. They're soooo lovable.

Next, is all the new friends I made. I cannot even start to describe by words just how amazing they are. We are friends forever, okay?? Because I cannot live without you, guys....*puke* Naaahh just kidding, I really love you guys. I love your cheesiness and I will remember you and our Q-Bar always!



Long story short, I felt a lot of love this summer, and I love it. I love looooveeeee. So cheezy...Okay, back to the hunt, Godspeed.

Thursday, June 7, 2012

Four Years

Ga kerasa udah empat tahun gue habiskan untuk menulis di blog ini. Meski kadang bolong-bolong dan kurang taat dalam menjalaninya, tapi gue selalu bersyukur punya blog ini. Karena kapan dan di mana lagi lo bisa dengan bebas ngomongin tentang diri lo sendiri, apa yang lo suka dan lo benci, ngulik diri lo sendiri sedalem-dalemnya, kalo bukan di blog lo sendiri? Emang sih ada aja orang-orang yang mau dengerin, tapi ga setiap saat mereka mau kan? Blog ini udah kayak temen baik gue, yang paham banget sama setiap inci perasaan yang gue lewati. Aduh kasian yah temen baiknya bukan orang, tapi blog! Hahaha gak papa sih, I realize that I'm not  that articulate in expressing my feelings anyway.

Ga kerasa juga udah empat tahun gue menghabiskan waktu di bangku perkuliahan, which is great if I might tell you. Salah satu temen gue di kosan gue yang lama pernah bilang gini, "Menurut gue tuh mahasiswa UI ga pinter-pinter luar biasa banget, tapi kita cuma beruntung bisa masuk sini." Bener banget sih menurut gue. Gue ga merasa pinter-pinter banget pas ngerjain soal UMB, yang jawaban 25 soal matematikanya, pure gue jawab dengan cara cap-cip-cup belalang kuncup. Ya, gue bener-bener beruntung bisa kepilih masuk sini dari sekian ribu orang yang mendaftar dari sekian banyak propinsi. Ga peduli seberapa bobroknya internal kampus kuning gue ini, tapi tetep aja ga bisa lo ingkari, pada bangga kan bisa masuk salah satu universitas pionir dan tertua di Indonesia?

Satu hal yang gue paling ga terima banget dari dulu sampai sekarang adalah orang-orang yang bilang kuliah sastra tuh gampang. Itu doang sih. Gue ga peduli tentang stereotipe lainnya tentang anak sastra, cuma satu ini aja yang bikin agak dongkol. Mungkin sih peluang masuk sastra itu memang lebih besar karena peminatnya lebih sedikit. Tapi coba deh kamu masuk dulu. Yakin bisa keluar dengan mudah? Sementara kita tahu segala sesuatu yang masuk, harus keluar biar enak..kayak perasaan misalnya..*eyaaaak*

Yang pasti entah kenapa, empat tahun ini terasa berlalu begitu cepat. Mungkin karena gue ga pengen cepat-cepat melewatinya kali ya. Nungguin semua UAS selesai dan nilai-nilai keluar itu adalah hal yang paling bikin gue deg-degan sekarang. Semoga gue bisa tetep 'Keep Calm and Graduate 2012.' Godspeed!

Tuesday, June 5, 2012

Teman Kuliah

Kita semua pasti pernah punya salah satu atau bahkan lebih dari teman-teman semacam ini saat kuliah

1. Teman merendah untuk ditinggikan. Jelas-jelas dia paling pinter sekelas, tapi giliran ujian tiba, bukannya ngehibur temen-temen, dia malah ikutan ngeluh, dalam beberapa kasus bahkan dia lebih banyak ngeluhnya. Namun, ketika hasil ujian keluar.....*jeng jeng*

NILAINYA PALING BAGUS SEKELAS

Kadang-kadang juga kasusnya adalah tentang tampang. Jelas-jelas dia kece, tapi selalu ngeluh tentang betapa buruk rupanya, atau betapa gendut perutnya.Teman-teman macam begini ini biasanya...MINTA DIPUJI LEBIH JAUH LAGI.

2. TMT atau Teman Makan Teman. Saat hang out cerah ceria, dia selalu minta diajak dan mudah merajuk jika tidak diajak, namun ketika tiba saatnya waktu ujian...*jeng jeng*

DIA UDAH NGETAG TEMPAT DI SEBELAH ANAK TERPINTER DI KELAS DAN GA NGETAGIN KAMU

Kalau hal ini udah terjadi, yang sebaiknya kamu lakukan adalah, minta izin keluar kelas, pergi ke kantin pinjam pisau, balik lagi ke kelas, bunuh dia.

3. Teman lingkaran setan. Dia bisa sering ataupun jarang dalam meminjam uang kamu, namun yang bikin keki adalah ketika tiba saatnya kamu menagih uangmu...*jeng jeng*

DIA MALAH LEBIH NYOLOT

Kalau udah begini yang harus kamu lakukan adalah pergi sebentar ke kantin, pesan kopi hitam hangat, balik lagi, siram ke mukanya.

Yak, gimana? Apakah kamu punya teman-teman seperti itu? Atau apakah kamu merasa salah satu, salah dua, atau semua deskripsi di atas cocok dengan dirimu? Kalau iya, selamat kawan, kamu telah merasakan yang namanya persahabatan kuliah yang menakjubkan dan indah berwarna. Kalau belum, yah..coba lagi, kamu pasti bisa! Godspeed!

Sunday, June 3, 2012

Rindu

Di sela-sela buku yang berdebu
Di antara lembaran-lembaran kertas yang menguning
Di sudut-sudut rumah yang remang
Di atas bercak memori yang memudar

Di situlah aku

3 Juni 2012, 01.02



Sunday, May 27, 2012

Teruntuk Calon Keluargaku

Karena begitu banyaknya kehebohan yang terjadi di Twitter sehabis pengumuman penerimaan mahasiswa baru UI 2012, saya memutuskan membuat post ini. Saya akan menceritakan pengalaman saya selama berkuliah di Sastra Cina Universitas Indonesia, mulai dari masuk sampai sekarang.

Pertama, kenapa sih saya pilih Sastra Cina UI? UI, jelas. Nama UI sebagai universitas nomor satu di Indonesia sudah terkenal sejak dulu. Sastra Cina? Well..sebenarnya Sastra Cina pun hanyalah pilihan kedua saya. Pilihan pertama saya adalah Komunikasi dan saya gagal diterima masuk. Namun tidak masalah. Waktu itu dan sampai sekarang, saya lebih fokus pada cita-cita saya yaitu menjadi wartawan, jalur manapun yang saya tempuh sama saja selama itu masih bisa berkesinambungan dengan upaya saya menggapai cita-cita. Saat ini, Cina bisa dibilang sebagai negara berkembang yang sedang membuka diri terhadap segala-galanya, sehingga saya optimis bahwa pilihan saya adalah pilihan yang tepat.

Kuliah di sini membuat saya merasa bersyukur akhirnya keluar dari lingkungan yang homogen, bertemu banyak teman yang beragam, dan saling mempelajari satu sama lain. Saya bersekolah di SMP-SMA swasta yang lingkungan pergaulannya terlalu homogen, sehingga bisa dibilang masuk Universitas Indonesia membuat hidup saya lebih berwarna. Dalam segala aspek. Hidup di kosan sendiri, harus mengatur waktu dan keuangan sendiri, juga membuat saya belajar. Saya tidak menganggap ini sebagai suatu beban, melainkan privilege dari Semesta. Tidak banyak manusia yang diberikan privilege seperti ini. Ada yang menghabiskan seluruh masa mudanya dimanja orangtua, selalu diurus oleh orang rumah, dan saya adalah salah satu anak yang akan berakhir seperti itu, seandainya saja saya tidak masuk UI.

Di tahun kedua, saya dipercaya untuk menjabat sebagai ketua himpunan mahasiswa jurusan Cina, yaitu IMSi. Ikatan Mahasiswa Sinologi. Alhamdulilah alhamdulilah..tapi ternyata...jadi ketua itu..gak gampang. Ngerangkul orang-orang yang apatis itu lebih susah dari nyari kutu. Selain itu saya anaknya juga mageran. Tapi alhamdulilah lagi, ternyata perasaan dipercaya dan diberi tanggung jawab itu luar biasa. Dengan bantuan segenap angkatan 2008 yang saat ini sedang menjabat sebagai kakak tertua pun, saya merasa usaha kami kemarin menyatukan berbagai angkatan cukup he'eh. Gak bisa dibilang berhasil juga, karena berhasil atau nggak itu relatif, namun menurut relativitas saya, ya kami cukup sukses :D

Itu tadi dari segi kehidupan non-akademis. Kalau dari segi kehidupan akademis, kepada semua calon mahasiswa/i sastra Cina UI, baik yang udah diterima atau baru niat mencoba masuk sini, jangan down dulu kalau melihat komen berbau negatif tentang kuliah di sastra Cina. Kehidupan perkuliahan emang susah. Semua mata kuliah ya pasti aja ada susahnya. Kalo gak mau susah ya, jangan kuliah. Leha-leha aja di rumah, sesekali keluar cari makan, siapa tahu ada yang buang ye kan. Satu hal yang pasti, jangan pernah takut gagal atau takut susah. Jadilah orang yang pamrih. Dalam artian begini, orang yang mau susah dan berani gagal akan dapat imbalan yang lebih besar daripada orang yang ogah susah dan takut gagal. Jadi kejarlah imbalan itu, jadilah pamrih! Saya ngomong gini bukan berarti saya orang termau susah dan terberani gagal se-sastra Cina UI, tapi karena saya merasa hanya itulah satu-satunya kriteria ideal untuk orang yang mau kuliah di Sastra Cina UI (sebenarnya kuliah di manapun sih, cuma karena saya cuma pernah kuliah di SasCin UI ya saya ga berani tulis 'kuliah di manapun' hehehe).

Ya udah sih gitu aja. Santai aja masbro mbaksis. Saya cabut dulu, ga bisa lama-lama main internet, harus belajar Bahasa Cina Modern, Bahasa Cina Klasik, Historiografi, Sejarah Cina Kontemporer, Dasar-dasar Pemikiran Cina, Pengkajian Kesusastraan..*fade out, away masuk gua* Godspeed.