Sunday, September 28, 2014

A Reflection, Not A Memorization

Saya kadang mikir, kayaknya sekarang bukan zamannya lagi mengkhotbahi dan menceramahi orang tentang agama. Orang yang baik pasti akan tercermin dari perilaku dan sifatnya. Apapun agamanya, orang akan melihat dia sebagai orang yang menyenangkan, tanpa peduli berapa banyak ayat kitab yang bisa dia kutip atau dia hafal.

Seperti kata ibu Maya Angelou, dalam beberapa tahun, kita akan lupa apa yang orang lakukan atau katakan kepada kita, tapi kita tidak akan pernah lupa apa kesan kita terhadap orang tersebut. Kalau yang bisa kita ingat hanyalah betapa orang itu selalu membuat tidak nyaman, selalu menyakiti hati, selalu egois, ya apalah gunanya ayat-ayat kitab yang dia kutip dengan tujuan menyejukkan jiwa pembacanya itu?

Mengkhotbahi orang untuk cepat menikah supaya tidak dosa, menceramahi orang untuk berserah diri kepada Tuhan, menegur orang-orang yang jarang ke gereja, memarahi orang-orang yang suka berbicara tentang orang lain. Apalah gunanya berusaha memahamiNya jika tidak berusaha memahami manusia terlebih dahulu? 

Untuk orang-orang yang sudah berhasil memahamiNya dan juga memahami sesama manusia, saya salut dan menyatakan bahwa saya kagum sekagum-kagumnya. Saya kenal beberapa orang yang sudah bisa melakukan itu. Untuk orang-orang yang selalu berusaha melakukan hal yang pertama tanpa belum menguasai hal yang kedua, pahamilah bahwa hidup ini bukan hanya dikontrol oleh ayat, namun juga interaksi manusia. Mencintai Tuhanmu harus bisa dimulai dari mencintai diri sendiri dan sesama manusia. Jika kamu tidak menyukai dirimu sendiri, dan/atau selalu membuat orang lain merasa jengah kepada dirimu, bagaimana kamu bisa mencintai Tuhanmu dengan tulus? Ya, kecuali kamu seperti Vidi Aldiano yang mencintai dirinya hanya untuk status palsu.. Pelarian gitu mungkin?

Namun siapalah saya ini untuk bisa menentukan standar cinta terhadap Tuhan.. After all, saya hanyalah perempuan yang belum menikah, yang jarang pergi ke gereja dan masih suka ngomongin orang.. :)


Salam,
AnakNya yang kandung sekandung-kandungnya.

No comments: