Monday, April 27, 2020

Pamit

Kamu pikir kematian akan selalu seromantis itu.
Dengan kata-kata perpisahan yang indah, yang pastinya akan membuat yang ditinggalkan selalu terkesan.
Dengan adegan-adegan penuh peluk dan ciuman yang manis, namun dingin karena untuk terakhir kalinya.

Namun tidak.

Percakapan terakhir kalian bisa saja mengenai cuaca dan jus tomat, tanpa ada tanda-tanda bahwa keesokan harinya kisah kalian akan tamat.
Ingatan terakhirnya bisa saja adalah bibinya yang sedang menyapu di sebelah tempat tidurnya dan ayahnya yang sedang memasak di dapur.
Hari bisa saja berjalan seperti biasanya, tanpa alam memberikanmu peringatan apa-apa.

Sesederhana itu.

N.B.: Aku rindu setengah mati

No comments: