Saturday, January 16, 2010

Hidup dan Kereta

Saya memang blogger yang hebat. Sudah lama saya tidak merawat blog saya yang sepertinya mulai ditumbuhi ilalang dan jamur-jamur liar ini. Seseorang di dalam otak saya waktu itu pernah berkata, "Kamu itu paling kreatif kalau kamu sedang kesal!." Ya memang benar. Sungguh pintar luar biasa orang yang tinggal di dalam otak saya itu. Saat sedang kesal, otomatis kita punya hal-hal yang ingin kita utarakan dan kritisi. Hal-hal yang tidak pas di mata kita. Dan hasilnya, voila, kita punya sesuatu untuk ditulis.

Coba lihat setengah isi dari blog saya ini. Anda pasti akan menemukan maksud saya ini (sebenarnya ini hanya tipuan supaya anda penasaran dan akhirnya melihat blog saya dari awal, berhasilkah?). Hanya gejolak emosi, entah itu emosi gembira ataupun emosi sedih, yang jelas emosi-emosi klimaks yang mampu membuat saya tertarik untuk menulis.

Malam ini saya tidak merasakan emosi apa-apa. Namun saya sedang tertarik untuk bermain peribaratan. Maka mari kita bermain.

Ambil satu kata, Kereta. Ia kadang mempercepat atau memperlambat jalannya, untuk mencapai satu tujuan. Dalam perjalanannya itu ia kadang berhenti untuk mengambil penumpang, menurunkan penumpang. Tapi tak peduli berapa banyak yang naik atau turun, terlambatkah para penumpang tercinta itu, kereta harus tetap berangkat sesuai jadwal, kereta bukanlah bis barbar yang seenaknya berhenti di tengah jalan demi penumpang. Kereta juga mempunyai jalurnya sendiri, yang kita kenal dengan nama Rel. Kereta harus tetap berada dalam jalurnya, atau tidak ia akan celaka. Mencelakai dirinya sendiri, penumpang-penumpang yang ada di dalamnya, dan juga penduduk-penduduk sekitar akan terkena imbasnya jika kereta itu sampai keluar dari jalurnya.

Kita itu KERETA, hai kawan, para remaja. Kadang kita beruntung, kadang kita sial, namun tujuan kita adalah satu, yaitu _______ (anda isi sendiri bagian kosong ini). Dalam kehidupan kita yang tidak kita tahu seberapa lama ini, kita berjumpa dengan berbagai macam manusia, segala macam jenis dan sifat akan kita temui. Jika kita cukup beruntung, kita akan berjumpa dengan orang-orang yang setia dan pengasih, yang bersedia ikut kereta kita ini sampai ke tujuan akhirnya. Jika kita cukup sial, kita akan disakiti, atau juga akan menyakiti, tapi hidup tetap harus berjalan, kereta ini tetap harus berjalan. Kadang kita, sebagai kereta, karena kesalahan teknis, salah mengira stasiun yang hanya sekedar tempat pemberhentian sebagai stasiun tujuan akhirnya. Itulah sulitnya bagi kita, para kereta muda, sulit membedakan mana yang stasiun cuma mampir, mana yang stasiun tujuan akhir. Kita juga dituntut untuk tetap berada di jalur kita, di REL kita, karena jika kita membelot dan mengambil jalur lain, tentunya akan ada pihak-pihak yang tersakiti, yang paling parah adalah jika kita sendiri yang hancur.

Malam ini mungkin saya sedang bertutur, mungkin saya sedang melantur, namun yang pasti akal sehat saya tidak luntur. Ya mungkin ini karena karat di otak saya telah mengerak, sehingga saya membahas hal-hal aneh semacam kereta dan hidup. Siapa yang tahu penuh tentang kehidupan ini? Ketimbang bertanya, mengapa aku bernafas tapi aku tidak merasa hidup, lebih baik anda tanya diri anda sendiri, sudahkah anda membuat orang lain merasa hidup?

Godspeed.

2 comments:

Ronney said...

Haha Blog yg lucu juga ^^ nice blog

Bernardine Stefani said...

Thanks Zona. Come again! Hehee